Abaqus vs Patran, Pilihan Utama untuk Analisis FEA Dirgantara

Mengapa Abaqus Adalah Pilihan Utama untuk Analisis FEA Dirgantara di Indonesia


Industri kedirgantaraan Indonesia, yang didorong oleh kemajuan seperti pengembangan pesawat N219 oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan kebutuhan akan perawatan serta sertifikasi yang ketat, membutuhkan alat simulasi Finite Element Analysis (FEA) yang paling canggih dan andal.

Di tengah perdebatan klasik antara pre-processor Patran (yang sering dihubungkan dengan solver Nastran) dan solver suite Abaqus, artikel ini akan mengulas mengapa Abaqus tampil sebagai solusi yang lebih relevan dan powerful untuk tantangan rekayasa pesawat modern.

Patran: Pre-Processor Hebat, Abaqus: Solusi Lengkap Tanpa Batas

Perlu dipahami, Patran dan Abaqus memiliki fungsi yang berbeda:

  • Patran adalah software Pre- dan Post-processor (alat pemodelan, meshing, dan visualisasi hasil) yang sangat baik. Ia terkenal karena kemampuannya berinteraksi dengan banyak solver, termasuk Nastran, dan bahkan Abaqus.
  • Abaqus adalah Solver Suite (Kumpulan Program Solver) komprehensif dari SIMULIA (Dassault Systèmes), yang mencakup solver (Abaqus/Standard, Abaqus/Explicit) dan pre/post-processor bawaannya (Abaqus/CAE).

Jika Patran adalah alat gambar teknis yang bisa mengirim sketsa ke berbagai mesin, maka Abaqus adalah keseluruhan studio teknik yang memiliki mesin paling canggih di dalamnya.

 

Keunggulan Mutlak Abaqus dalam Aplikasi Kedirgantaraan Modern

Pesawat dan komponennya tidak hanya mengalami beban statis yang sederhana. Mereka menghadapi kondisi ekstrem, deformasi besar, dan interaksi material kompleks. Di sinilah kekuatan utama Abaqus terletak:

 

1. Analisis Non-Linear yang Tak Tertandingi (Abaqus/Standard & Explicit)

Sementara Patran/Nastran unggul dalam analisis linear tradisional (tegangan statis, modal, flutter), Abaqus didesain untuk mendominasi skenario non-linear.

  • Simulasi Bird Strike (Tabrak Burung): Ini adalah salah satu studi kasus paling krusial. Analisis impak berkecepatan tinggi yang menyebabkan deformasi plastik masif pada windshield atau struktur sayap pesawat hanya dapat disimulasikan secara akurat dan efisien menggunakan solver Abaqus/Explicit.

  • Analisis Kerusakan Komposit (Composite Damage): Pesawat modern menggunakan material komposit canggih. Abaqus menawarkan model material dan algoritma kerusakan yang superior untuk memprediksi inisiasi dan propagasi keretakan pada struktur komposit, esensial untuk sertifikasi keamanan.

  • Kontak dan Gesekan Kompleks: Pemodelan interaksi antara komponen pesawat yang bergerak (misalnya mekanisme landing gear atau pintu kargo) dengan gesekan dan kontak yang rumit jauh lebih mudah dan akurat dengan kapabilitas Abaqus.

2. Kapabilitas Multiphysics dan Subrutin (subroutine) Kustom

Abaqus memungkinkan insinyur Indonesia untuk melakukan lebih dari sekadar analisis struktural.

  • Termal-Struktural: Analisis tegangan yang timbul akibat perbedaan suhu ekstrem saat pesawat lepas landas dan mengudara di ketinggian (thermal-stress analysis).

  • Pengembangan Material Kustom: Dengan kemampuan User Subroutines (seperti VUMAT/UMAT), Abaqus memungkinkan para peneliti dan insinyur di Indonesia untuk mengimplementasikan model material non-linear buatan mereka sendiri, sebuah kebutuhan vital untuk inovasi riset dan pengembangan lokal.

3. Workflow yang Terintegrasi (Abaqus/CAE)

Meskipun Patran adalah pre-processor yang kuat, Abaqus/CAE menawarkan lingkungan kerja yang terintegrasi penuh dari pemodelan, meshing, penentuan beban/batas, hingga post-processing. Lingkungan yang terpadu ini seringkali mempercepat workflow dan mengurangi potensi error konversi data antar software.

 

Abaqus: Investasi Masa Depan Teknik Dirgantara Indonesia

Untuk insinyur dan perusahaan yang bergerak di bidang desain, manufaktur, dan MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) pesawat di Indonesia, menguasai Abaqus adalah investasi yang strategis.

Meskipun Patran/Nastran tetap relevan untuk beban kerja linear, kebutuhan industri akan simulasi berakurasi tinggi untuk memprediksi kegagalan, menganalisis impak, dan memodelkan material komposit canggih menjadikan Abaqus sebagai solver yang tak tergantikan.

Saatnya beralih dari sekadar analisis linear dasar menuju simulasi non-linear yang mendalam dan multiphysics bersama Abaqus, untuk membawa rekayasa kedirgantaraan Indonesia ke tingkat global. Hubungi PT Nusantara Secom InfoTech untuk informasi lebih lanjut!


Share This Post: